Jurnalizem

Ngeliput Ibu Lestari

Saat berjumpa dengan Ibu Lestari, saya dan teman kerja saya (Mbak Ranny) tak menyia-menyiakan untuk mewawancarainya, Rabu (26/10). Bahkan kami mendapat banyak pelajaran dan pengalaman saat mendengar cerita hidupnya.

Ibu lestari adalah seorang wanita yang hidup mandiri dengan berjualan kue buatannya sendiri. Bertempat dipinggiran Jalan Jend. Sudirman tepatnya di bawah gapura yang jaraknya tidak jauh dari PalComTech Sudirman. Wanita 50 tahun ini menawarkan jajanannya kepada calon pembelinya setiap hari senin hingga jumat tepatnya dari jam 2 siang hingga jam 5 sore.

Ranny (kiri) dan Ibu Lestari (kanan)

Dengan seragam yang khas yang ia desain sendiri, ia berdiri dengan di bawah teriknya sang surya. Namun ia tidak mengeluhkan dengan apa yang ia jalani saat ini. Tidak disangka Ibu lestari adalah seorang mantan penjaga Apotek yang sudah digelutinya semenjak ia lulus SMA, saat itu ia masih berusia 20 tahun. Ia menjalani pekerjaannya itu selama ia kurang lebih 20 tahun. Lalu ia pensiun dari Apotek tersebut ketika usianya menginjak 48 tahun. Setelah lama ia berdiam diri dengan gaji pensiunnya, Ibu lestari mulai terpikirkan untuk memulai usaha baru dengan keterampilan yang ia dapat dari sekolahnya, demi menghidupi dirinya yang masih sendiri itu.

Ibu Lestari dan jajanannya

Dengan modal yang berasal dari uang pensiunannya ia memesan dari seorang pengrajin untuk membuat gerobak khas yang bertuliskan “Lestari Snack”. Lalu ia mengawali usahanya di sepinggiran Jalan Jendral Sudirman pada awal tahun 2010. Dengan melawan rasa malunya ia mencoba untuk menawarkan aneka makanan.

Harga yang ia tawarkanpun sangat bersahabat, mulai dari Rp 1000 hingga Rp 1500 per kuaenya. Setelah kurang lebih 1 tahun ia menekuni usahanya, kini ia telah memiliki banyak pelanggan yang menghampiri ia setiap hari nya, bahkan saat ini ia banyak menerima pesanan dari pelanggan tetapnya.

Dengan penghasilan rata-rata Rp 175.000 perharinya, ia harus menyisihkan sedikitnya Rp 30.000 untuk pribadinya sendiri dan sisanya ia tanamkan kembali untuk modal usahanya termasuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue yang akan dijual untuk esok harinya.

Ibu Lestari dan para pembeli kuenya

“Awalnya saya tidak mendapat dukungan dari keluarga saya, karena alasan gengsi dan umur saya yang sudah lanjut usia. Tapi saya tidak menghiraukan apa yang mereka katakan, ini demi kehidupan saya” ujar ibu Lestari sembari ia menangis.

Diposting juga di news.palcomtech.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s