Ceplosan

Jangan Menilai Sampul dari Bukunya

Alhamdulilah akhirnya bisa posting-posting disini ^_^

Usai pulang kuliah memang rasanya tangan saya sudah gatal ingin posting disini. Ada kejadian yang yang membuat saya harus menulis ini sehabis kuliah.

Melihat seorang pemuda yang berfikir kritis dan begitu idealisme membuat otak saya begitu sangat tidak bisa menerima ini. Mungkin dia berfikir dirinya adalah pelopor, legendaris, atau revolusioner yang harus menerangi dunia dengan caranya. Saya memang setuju kalau ada orang yang berkata “Sekedar sharing saja… bla bla bla, agar merangsang ini itu apalah… ” menurut saya ini ungkapan atau kata-kata SAMPAH. Kenapa saya sebut begitu? Ya, terkadang atau memang sering sekarang kita melihat para pemuda yang berkata seperti ini tapi dia ingin menang sendri.

Kesimpulannnya, anda tidak usah berkata “Sekedar sharing saja, agar syalallala” kalau tujuannya anda ingin menang sendiri, toh sharing kan berbagi… bukan mau mengajak orang berfikir seperti dia.

Selanjutnya, ada juga para pemuda/i yang terkadang hanya berbicara seperti seorang revousioner, tapi tidak ada pengaruhnya. Bagaimana? Pernah anda menemui orang seperti ini? Saya rasa pasti anda sudah pernah. Orang-orang begini yang menjadikan tercorengnya kaum pemuda di Negeri ini.

Kenapa dia tidak berbicara langsung kepada pihak yang bersangkutan secara langsung? Dan menanyakan bila perlu memakai 5W + 1H kepada pihak inti masalah. Daripada di membawa masaah baru dan mempermalukan dirinya sendiri.

Coba anda bayangkan, jika ada di dalam suatu ruangan ada banyak orang yang bekumpul disana dan dipimpin oleh satu guru/ pemimpin. Nah, kemudian belum masuk materi yang akan dibahas, salah satu orang diruangan tersebut sudah langsung mengeluarkan pendapat dan bercerita hal lain malahan sudah mengomentari materi yang belum diketahui.

Sedangkan ia belum tau kenapa sebab permasalahan yang ia ceritakan bisa terjadi. Orang-orang yang beginilah yang akan mencoreng nama dia sendiri dan mencerminkan bahwa bobroknya para generasi di Negeri ini.

Ok vroohh… nanti dilanjutkan lagi…. sampai jumpa lagi…

One thought on “Jangan Menilai Sampul dari Bukunya

  1. I just like the valuable information you provide to your
    articles. I will bookmark your blog and test again here frequently.
    I am somewhat sure I will be told plenty of new stuff right here!
    Good luck for the next!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s