Ceplosan

Belajar dari Kekalahan dan Jangan Takut Gagal

Malam ini gw pulang dari Lomba Desain Poster Film, dalam rangka “Road to FFI 2014”, tepat tahun ini Sumatera Selatan menjadi tuan rumah FFI (Festival Film Indonesia 2014). Dalam lomba ini terhitung sekitar 20 orang yang ikut dalam kategori Desain Poster Film. Intinya gw dan teman-teman kampus  belum berkesempatan untuk menang. Walaupun sempat kecewa, tapi dalam hari gw harus mencari kelemahan yang ada di diri gw dan pada hasil karya yang gw buat.

Singkat cerita setelah diteliti dan di raba-raba lagi, ternyata dan ternyata seniman dan desainer grafis berbeda. Mengingat para juri ini adalah benar-benar seniman, pasti berbeda porsi penilaian dengan desainer. Ok, jadi gw seacrhing di google dulu apakah desainer grafis dan seniman grafis itu berbeda. Beberapa kemudian ternyata jawaban itu benar, memang ada perbedaan antara desainer grafis dan seniman. Mari kita lihat sekilas perbedaannya:

Rangkuman (Sumber Lengkap)

Desainer (designer)

Berperan menganalisis, meneliti, menghitung, memperkirakan, menentukan, merencanakan, dan membuat benda (produk) berdasarkan asas pemenuhan berbagai fungsi hubungan (relasi) yang selaras antara benda (produk) yang direncanakannya, dengan manusia sebagai penggunanya.

Jadi designer who man to machine relation, man to machine interfacing (hubungan antara manusia dengan mesin). Selain itu dia juga harus mempertimbangkan dan memperkirakan berbagai hal yang berkaitan dengan dampak keberadaan produk tersebut secara fisik dan psikologis terhadap pengguna dan lingkungan sekitarnya. Contohnya seperti desainer produk (otomotif, home appliance, furniture, elektronik dan masih banyak lagi), desainer interior, desainer fashion, desainer grafis.

Seniman (artist)

Berperan menganalisis, meneliti, dan memberikan input berupa pertimbangan, solusi, bagi para desainer dan teknisi, sesuai dengan bidang ilmu dan seni yang dikuasainya. Jadi artist who man to culture relation (hubungan antara manusia dengan kebudayaan). Contohnya seperti seni lukis, seni patung, seni tari, seni musik, teater, dan lain sebagainya. Seniman adalah orang yang berkarya dengan kuasa penuh atas diri sendiri mengenai karya yang ia buat tanpa ada kendali dari siapapun. Seorang seniman bisa membuat karya sebebas mungkin dan menentukan segment pasar sendiri sesuai keinginan seniman tersebut.

Jika Anda masih bingung, intinya begini, jadi desainer itu lebih banyak bertindak pada tata letak, mengolah data yang sudah ada, memperindah dan membuatnya lebih life-style. Sedangkan seniman itu lebih cenderung untuk menciptakan sesuartu dari yang belum ada menjadi ada. Selain itu gw masih ada kelemahan dalam membaca soal / situas / ada persyaratan lomba yang ada kata “karya harus orisinil”. Berarti dalam perlombaan, kita harus membuat karya sesuai peraturan yang tertera dalam lomba tersebut, dan jangan pernah terkecoh dengan kata “karya harus dibuat se-kreatif mungkin. Terkadang hal ini menjadi ego kita untuk berkarya dalam lupa untuk menjaga orisinil karya kita.

Saat penjurian gw sudah niat didalam hati “Kalau kalah gw kalah gw harus belajar dari karya pemenang”. Ada 5 judul yang harus dipilih peserta dan peserta hanya wajib mengumpulkan 1 karya saja. Berikut adalah  judul-judul yang harus dipilih dan 3 karya pemenangnya (maaf karya difoto, peserta diakhir lomba harus mengumpukan karyanya ke panitia untuk langsung di print out):

Judul yang disediakan:

  1. Si Bolang Mancing Betok
  2. Hantu Banyu dan Suster Ngesot
  3. Merantau dari Dusun
  4. Gairah Sungai Musi
  5. Tukang Pempek Naik Haji

Ini dia karya Juara 3:

IMG20141130211513

Juara 2:

 

IMG20141130211506

Juara 1:

 

 

IMG20141130211457

Dan berikut hasil karya yang saya buat:

MUH_JHONSEN_SYAFTRIADNI_07

Dari karya gw diatas, gw sadar diri berarti memang masih ada kekurangan yang ada pada karya saya buat, yaitu orisinil (mungkin gw harus ukir sendiri fontnya, atau benar-benar menggambar secara manual dan membuat original karya sendiri), dan mungkin sisi olah digiital yang terlalu banyak, karena sesuai peraturan “karya harus orisinil”. Ya,dalam lomba ini gw hanya mementingkan penampilan dan belum bisa mengamati soal dan peraturan dengan benar. Ini patut dijadikan pelajaran, setiap lomba mempunyai peraturan lomba yang harus diperhatikan, apapunpun itu sesulit apapun itu.  Satu lagi gw ingat kata-kata juri, “karya -karya ini ada nilai unsur pesan yang disampaikan, baik itu simbol, ilustrasi dan semacamnya”. 

Perjuangan tidak berhenti sampai disini, masih ada kesempatan untuk mengasah kemampuan, kemenangan dan kekalahan hanya simbol, tapi ini soal bagaimana kau bisa berkembang selanjutnya. Terjebak dalam putus asamu atau berjuang dari arti kekalahan.

Terimakasih buat sobat-sobat gw yang telah menemani gw hingga akhir lomba Aji, Angga, Hudi, Oong, maaf  gw belum sempet ngangkat piala lagi, karena gw harus belajar lebih giat lagi”

IMG20141130084457

(Ini penampakan gw, disela-sela nunggu pembukaan lombanya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s