Ceplosan

Saya dan Awal Mula Virus Sardenphobia

Selain punya pengalaman aneh, gw juga juga pengalaman tidak menyenangkan? Sakit hati? Bukan, Patah hati? Bukan juga, terus apa? Nih, simak ceritanya baik-baik ya. Sebagai anak kost yang berbakti, minimal seorang anak kost punya skill masak, paling tidak seorang anak kost bisa masak mie instan sama nasi, itu aja cukup buat nolong anak kost di akhir bulan. Jadi gini, ceritanya itu pas bulan Ramadhan tepatnya di bulan Ramadhan pertama gw ngekost. Gw nge-kost di daerah Sekip Tengah (Lebak Rejo) Palembang, itu kost yang pertama (2010-2011). Salah satu momen yang paling ditunggu pada bulan puasa lais Ramadhan adalah pada saat berbuka puasa, kenapa? Secara singkat karena itu waktunya lu boleh makan dan minum.

Suatu hari menjelang waktu berbuka puasa gw masak, masak apa? Sarden instan alias “Dencis” buat yang ngerti. Secara perlahan gw buka tutup kaleng sardennya, gw ambil pisau gw tancepkan di kaleng dan gw tusuk-tusuk di kaleng. Secara perlahan mulai terbuka, cairan sarden pun keluar dari dalam kalengnya, seakan berkata “Kemarilah… kemarilah… nyam-nyam”, perlahan gw mulai tergoda, tapi untung gw iman gw udah terbentuk. Tiba-tiba langsung gw sadar dan bicara dalam hati “Sabar-sabar, tinggal setengah jam lagi waktu bedugnya….”. Setelah tutup kaleng sarden terbuka, gw iris-iris perlahan dan rapi bumbu-bumbu penyedapnya, gw ambil 3 siung bawang merah, 1 siung bawang putih dan lengkap beberapa helai cabe. Kemudian gw cuci dan gw mulai iris bawang dan cabenya.

Gw nangis, mata gw perih! Itu karena gw belum biasa ngiris bawang, maklumlah minggu-minggu itu masih awal-awal nge-kost. waktu tinggal 20 menit menuju adzan dan bedug waktu berbuka puasa. Setelah gw iris bawangnya, gw siapkan wajan dan minyak goreng didalamnya. Perlu lu ketahui dapur dikost gw waktu itu, tempat masaknya cuma setinggi lutut orang dewasa. Jadi kalo mo ngiris bawangnya enakan dilantai, apalgi waktu naruh masakannya enakan naruh hasil masakannya dibawah, alias ngesor dilantai karena dekat dan wilayah masaknya sempit. Setelah minyaknya masak, gw masukkan ke dalam wajan bumbu-bumbunya tadi, dan seketika berbunyi “Csssssss…….” dengan aroma yang sangat nikmat. Terus gw bolak-balik bumbunya, aromanya pun semakin nikmat.

Lalu perlahan gw ambil kaleng sardennya, gw tumpahkan secara perlahan dan menambah aroma yang sangat-sangat nikmat. “Kuah sarden pun mulai panas dan bergelembung. Setelah kurang lebih lebih 10 menit gw aduk-aduk sarden tumis ala anak kost gw, perlahan gw angkat masakan gw dan gw jongkok kebawah di dekat mengkok yang sudah gw siapkan, selanjutnya gw tiriskan sarden tumis di mangkok yang seakan-akan berteriak “Ayo sini nak, sama om..” lho kok sama om? Hahaha, itu tidak penting kita lanjut cerita selanjutnya. Setelah semua Sarden Tumis ala Anak Kost gw masuk kedalam mangkok, adzan pun berkumandang. Asli gw bahagia banget, karena waktunya tepat alias “Perfect Timing”, gw taruh lagi wajan ke atas kompor. Terus gw beranjak berdiri mau cuci tangan gw gak sabar mau berbuka puasa dan “PRAAAANNNGGGG!!!!!!” Mangkok yang isi Sarden Tumis ala Anak Kost tadi ketendang oleh kaki gw!!!! “WATDEFAK DIS MOMEN YEAAHHHH!!!!”. Seketika gw pengen teriak sekencang-kencangnya, bila perlu pakai TOA’ Mesjid dan berkata “TIDAAAKKKKKK!!!!! INI PASTI HANYA MIMPI!!!!!”.

Namun apalah di kata, kuah dan ikan sardennya tumpeh-tumpeh, kalo mau dimakan mo gimana? Lantai dapur gw itu kotor dan aa…. Akhirnya gw ambil piring untuk nasi dan gw ambil sisa-sisa isi sarden yang ada di mangkok itu. Akhirnya masih balik ke menu rutinan, yaitu mie instan. Langsung gw ke warung dan beli 1 mie instan, gw masak secepat mungkin dan akhirnya gw berbuka puasa dengan tenang, nahan emosi, nahan ketawa. Pokoknya gak ketahanan dah!. Setelah itu mungkin sampai sekarang, gw akan terjangkit virus “Sardenphobia” ketakutan pada sarden, hahahha.

2 thoughts on “Saya dan Awal Mula Virus Sardenphobia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s