Ceplosan

Mie Instan Campur Sari

Selama jadi anak kost, gw punya pengalaman masak bareng teman-teman. Yeah, namanya juga kalo anak laki-laki ngekost suka coba-coba masakan. Gw ingat di suatu malam gw, Joko dan Yayan sedang lelah usai menjalani pertandingan sepak bola. Di tahun 2010 itu gw belum kerja, cuma beraktivitas menjadi seorang siswa Profesional 1 Tahun di PalComTech. Intinya kegiatan rutinnya hanya kekampus, habis ngampus nge-game (Counter Strike bareng kelas laen), terus pulang, maen game bareng teman sekelas gw GSI 27 B. Balik ngomongin kegiatan kami bertiga tadi, usai pertandingan kan lelah, walaupun pertandingannya dalam bentuk game “Winning Eleven 9”,  karena PC gw belum kuat untuk game dewa hahahha.

saking lelahnya jari mungkin sampe kesemutan, perut laper, mau keluar badang capek. Untung ada stok mie instan yang selalu ada di kost gw, terkadang ini hasil sumbangan dari teman-teman sekelas gw. Malam itu, gw dan teman-teman bergerak untuk masak mie isntan ala kost. Yayan nyuci piring, Joko jadi Chef dadakan dan gw nyiapin bumbu mie instannya saja. Setelah itu kami bertiga fokus ngeliatin mie instan yang akan menuju kategori masak. Beberapa menit kemudian Joko mengambil botol kecap (manis) dan memasukkanna kedalam wajan, setelah itu gw dan Yayan terkejut dan sepakat untuk menambahkan bumbu laen. Yayan mengambil 1 bungkus susu kental dan membuka ujung pada bungkusnya, segera ia pencet dan susu kentalpun masuk kedalam wajan yang ada mie instannya.

Sudah kepalang nekat, gw juga ambil 1 bungkus Royco dan gw cocorin kedalam wajan. Seakan jadi ajang coba-coba, Joko kembali menggila dengna memasukkan beberapa buah pete yang dibawa dari kampung halamannya beberapa hari lalu. “Entah apa rasanya nanti” Joko mengungkapkan rasa penasarannya. “Gw gak tw, yang penting makan sama-sama” Ungkap Yayan. Gw ngapain? Gw cuma bisa ngakak, kakakkakakkaks. Karena emang dilema rasa lapar, mie instan coba-coba tersebut masih bisa dimakan, tanpa rasa ragu dan takut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s